Melihat ruam anak berubah menjadi lepuhan, luka basah, lalu mengering dengan kerak kuning tentu membuat orang tua cemas. Kondisi seperti ini tidak selalu berbahaya, tetapi tetap perlu diperhatikan karena bisa menular dan menyebar ke bagian tubuh lain.
Dilansir dari EMC Healthcare, kondisi ini dikenal sebagai impetigo, yaitu infeksi kulit menular yang dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Menurut CDC, impetigo umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes yang masuk melalui kulit yang terluka.
Pada anak, infeksi ini sering muncul setelah kulit mengalami goresan, gigitan serangga, iritasi, atau garukan. Dikutip dari systematic review di PLOS ONE, impetigo masih menjadi masalah kulit anak yang cukup besar secara global, dengan estimasi lebih dari 162 juta anak mengalaminya pada satu waktu, terutama di wilayah tropis dan komunitas dengan akses kebersihan terbatas.
Meski mudah menular, impetigo pada anak biasanya bisa membaik dengan kebersihan yang baik dan pengobatan yang tepat. Orang tua tidak perlu panik, tetapi jangan menunggu terlalu lama bila luka cepat menyebar.
Mengenali Gejala dan Ciri-Ciri Khas pada Kulit

Gejala awal impetigo biasanya berupa bercak merah atau lepuhan kecil. Lepuhan ini mudah pecah, mengeluarkan cairan, lalu mengering menjadi luka berkerak berwarna kuning keemasan seperti madu.
Menurut CDC, luka akibat impetigo dapat muncul sekitar 10 hari setelah anak terpapar bakteri penyebab infeksi. Karena jedanya cukup lama, orang tua sering sulit mengetahui sumber penularannya secara pasti.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa impetigo sering muncul di sekitar hidung dan mulut. Luka juga bisa terlihat di tangan, lengan, kaki, atau area kulit lain yang mudah terbuka dan sering disentuh.
Rasa gatal membuat anak ingin menggaruk. Jika dibiarkan, bakteri bisa berpindah melalui tangan atau kuku, lalu memicu ruam anak di area tubuh lain.
Langkah Tepat Mencegah Penularan Infeksi Kulit

Impetigo dapat menular lewat sentuhan langsung dengan luka, cairan lepuhan, atau benda yang terkontaminasi. Karena itu, fokus utama di rumah adalah menjaga kebersihan dan membatasi kontak dengan luka.
1. Terapkan Protokol Kebersihan Diri yang Ketat
Mandikan anak secara rutin dengan sabun lembut dan air bersih. Bersihkan area luka secara perlahan, tanpa menggosok atau mengelupas kerak secara paksa.
Handuk, pakaian, sprei, dan sarung bantal anak sebaiknya dicuci terpisah, terutama saat luka masih aktif. American Academy of Dermatology juga menyarankan agar penderita tidak berbagi handuk, pakaian, atau barang pribadi karena bakteri dapat berpindah lewat benda yang digunakan bersama.
Jika luka masih basah atau sering disentuh anak, tutup dengan kasa bersih. Langkah sederhana ini membantu mencegah anak menggaruk sekaligus mengurangi risiko penularan bakteri kulit.
2. Potong Kuku Anak Secara Berkala
Anak sering menggaruk tanpa sadar, terutama saat tidur. Kuku yang panjang atau kotor bisa membuat luka semakin parah dan memindahkan bakteri ke bagian tubuh lain.
Potong kuku anak secara berkala dan ajarkan untuk tidak menyentuh luka. Untuk balita yang sulit menahan garukan, orang tua bisa memakaikan sarung tangan lembut saat tidur.
3. Batasi Kontak Fisik dengan Lingkungan Sekitar
Anak sebaiknya istirahat di rumah saat luka masih basah, bernanah, atau berkerak aktif. Hindari dulu sekolah, daycare, atau bermain dekat dengan anak lain sampai kondisi lebih aman.
Menurut CDC, anak dengan impetigo dapat kembali ke sekolah atau daycare setelah memulai antibiotik dan semua luka pada kulit terbuka sudah tertutup dengan baik. Dalam panduan klinisnya, CDC juga menyebut seseorang dapat kembali sekolah atau bekerja setidaknya 12 jam setelah memulai antibiotik, sementara AAD menjelaskan impetigo biasanya masih menular sampai luka mengerak atau setelah antibiotik digunakan selama 24–48 jam.
Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan di Rumah
Jangan mengelupas kerak luka, meskipun terlihat mengganggu. Kerak yang dicabut paksa bisa membuat kulit berdarah, perih, dan lebih mudah terinfeksi ulang.
Jangan berbagi handuk, pakaian, mainan yang sering menempel ke kulit, atau perlengkapan pribadi selama luka masih aktif. Pisahkan dulu sampai luka benar-benar membaik.
Jangan mengoleskan antibiotik tanpa arahan dokter. Tidak semua luka berkerak pada anak adalah impetigo, sehingga penggunaan obat yang tidak tepat bisa membuat keluhan sulit membaik.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Segera bawa anak ke dokter bila ruam menyebar cepat, luka bernanah semakin banyak, anak demam, atau tampak sangat rewel karena tidak nyaman. Luka di dekat mata juga sebaiknya tidak ditunda untuk diperiksa.
Tidak semua ruam berkerak adalah impetigo. Tampilannya bisa mirip eksim, alergi, cacar, atau infeksi jamur. Pemeriksaan dokter membantu memastikan penyebabnya agar anak mendapat obat yang sesuai.
Jika gejala tak kunjung membaik, segera jadwalkan konsultasi dengan dokter kulit di RS EMC terdekat untuk mendapatkan diagnosis akurat dan resep antibiotik yang tepat, baik berupa salep maupun obat minum.
Menurut Mayo Clinic, salah satu obat yang dapat diresepkan untuk impetigo adalah antibiotik oles seperti mupirocin, yang digunakan langsung pada luka sebanyak dua sampai tiga kali sehari selama lima hingga sepuluh hari. Penggunaan obat tetap harus mengikuti resep dokter, bukan dipakai sembarangan.
Kesimpulan
Impetigo pada anak adalah infeksi kulit menular yang sering ditandai dengan lepuhan kecil, luka basah, dan kerak kuning seperti madu. Kondisi ini mudah menyebar, tetapi umumnya bisa membaik dengan perawatan higienis dan bantuan medis yang tepat.
Orang tua bisa mulai dari langkah sederhana: bersihkan kulit anak dengan lembut, cegah garukan, pisahkan perlengkapan pribadi, dan batasi kontak sementara. Jika luka makin luas, bernanah, dekat mata, atau disertai demam, segera periksa ke dokter agar infeksi tidak berkembang lebih dalam.
FAQ: Pertanyaan Seputar Infeksi Kulit pada Anak
Apakah penyakit ini bisa sembuh sendiri tanpa diobati?
Pada kasus ringan, impetigo bisa membaik sendiri. AAD menyebut impetigo tanpa pengobatan sering kali dapat hilang dalam dua hingga empat minggu. Namun, selama masa itu anak masih bisa menularkan infeksi, sehingga pemeriksaan dokter tetap lebih disarankan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga infeksi ini sembuh?
Dengan antibiotik dari dokter, impetigo biasanya mulai membaik dalam beberapa hari. Dari sisi penularan, AAD menjelaskan impetigo umumnya tidak lagi menular setelah luka mengerak atau setelah antibiotik digunakan selama 24–48 jam.
Apakah luka berkerak bisa meninggalkan bekas permanen?
Umumnya tidak. Luka biasanya mengelupas sendiri tanpa meninggalkan bekas permanen, selama tidak dikelupas paksa atau digaruk berlebihan.
Referensi
- American Academy of Dermatology Association. “10 Tips to Prevent Spreading Impetigo, and Avoid Getting It Again.” AAD, https://www.aad.org/public/diseases/a-z/impetigo-self-care.
- American Academy of Dermatology Association. “Impetigo: Diagnosis and Treatment.” AAD, https://www.aad.org/public/diseases/a-z/impetigo-treatment.
- Bowen, A. C., et al. “The Global Epidemiology of Impetigo: A Systematic Review of the Population Prevalence of Impetigo and Pyoderma.” PLOS ONE, 2015, https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0136789.
- Centers for Disease Control and Prevention. “About Impetigo.” CDC, 6 Aug. 2025, https://www.cdc.gov/group-a-strep/about/impetigo.html.
- Centers for Disease Control and Prevention. “Clinical Guidance for Group A Streptococcal Impetigo.” CDC, 5 Aug. 2025, https://www.cdc.gov/group-a-strep/hcp/clinical-guidance/impetigo.html.
- EMC Healthcare. “Ternyata Impetigo Bisa Menyerang Siapa Saja, Ini Gejala dan Cara Pengobatannya.” EMC Healthcare, https://www.emc.id/id/care-plus/ternyata-impetigo-bisa-menyerang-siapa-saja-ini-gejala-dan-cara-pengobatannya?utm_source=rjbacklink&utm_medium=blognetwork&utm_campaign=backlinkSuitmedia.
- Mayo Clinic. “Impetigo: Diagnosis and Treatment.” Mayo Clinic, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/diagnosis-treatment/drc-20352358.
- Mayo Clinic. “Impetigo: Symptoms and Causes.” Mayo Clinic, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352.





