Sakit gigi sering datang di waktu yang paling tidak nyaman. Saat makan, bekerja, atau malam hari ketika ingin tidur, nyerinya bisa berdenyut dan membuat satu sisi wajah terasa tidak nyaman.
Sakit gigi berlubang biasanya muncul karena kerusakan gigi sudah masuk cukup dalam. Awalnya lubang hanya mengenai lapisan luar gigi. Namun, jika dibiarkan, kerusakan bisa mencapai bagian yang lebih sensitif dan memicu nyeri yang makin kuat.
Dikutip dari Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Tata Laksana Karies Gigi, hasil pemeriksaan SKI 2023 menunjukkan prevalensi karies di Indonesia mencapai 82,8%. Dari penduduk usia 3 tahun ke atas yang mengalami masalah gigi dan mulut, hanya 11,2% yang mendapat penanganan medis gigi. Artinya, masih banyak orang menahan sakit sampai keluhan menjadi lebih parah.
Kapan Sakit Gigi Berlubang Menjadi Berbahaya?
Sakit gigi berlubang perlu diwaspadai jika nyeri berlangsung lebih dari 2 hari, tidak membaik dengan obat pereda nyeri, disertai demam, nyeri saat menggigit, gusi merah, rasa tidak enak di mulut, atau bengkak pada pipi dan rahang. Menurut NHS, tanda-tanda tersebut menjadi alasan untuk segera menemui dokter gigi.
Jika bengkak muncul di area mulut atau leher sampai membuat sulit bernapas, menelan, atau berbicara, segera cari layanan gawat darurat. Ini bukan keluhan yang aman untuk ditunggu di rumah.
Proses Terjadinya Nyeri akibat Karies Gigi
Gigi memiliki beberapa lapisan. Email gigi adalah lapisan keras paling luar. Di bawahnya ada dentin yang lebih sensitif, lalu pulpa yang berisi saraf dan pembuluh darah.
Karies gigi terjadi ketika sisa makanan menempel terlalu lama, lalu bakteri di mulut menghasilkan asam. Asam ini perlahan melemahkan lapisan pelindung gigi.
Dikutip dari pedoman Kemenkes, pH di dalam biofilm gigi dapat turun sampai titik kritis, yaitu 5,5 untuk email dan 6,2 untuk dentin. Jika keadaan asam terus berulang, mineral gigi mulai larut. Sederhananya, gigi kehilangan pelindungnya sedikit demi sedikit sampai terbentuk lubang.
Rasa sakit biasanya makin terasa ketika lubang sudah mendekati pulpa. Pada tahap ini, saraf gigi bisa meradang atau terinfeksi. Itulah yang membuat nyeri terasa tajam, berdenyut, dan sulit hilang.
Tanda Bahaya Sakit Gigi Berlubang

Berikut tanda bahaya yang perlu diperhatikan agar Anda tahu kapan harus segera mencari bantuan medis.
1. Rasa Nyeri Berdenyut yang Tidak Kunjung Hilang
Nyeri berdenyut yang bertahan lebih dari 2 hari bisa menjadi tanda infeksi serius. Apalagi jika rasa sakit muncul terus, bahkan saat tidak sedang makan atau minum.
2. Pembengkakan pada Gusi, Rahang, atau Wajah
Bengkak pada gusi, rahang, atau wajah bisa mengarah pada abses gigi, yaitu kantong berisi nanah akibat infeksi bakteri. Jika pipi mulai membesar atau rahang terasa berat, jangan menunggu sampai nyeri makin parah.
3. Demam dan Sakit Kepala
Demam menandakan tubuh sedang melawan infeksi. Jika sakit gigi disertai demam, lemas, atau sakit kepala, obat pereda nyeri mungkin hanya menutup rasa sakit sementara. Penyebab infeksinya tetap perlu diperiksa.
4. Kesulitan Menelan atau Membuka Mulut
Sulit menelan, berbicara, bernapas, atau membuka mulut lebar adalah tanda serius. Jika gejala ini muncul, segera cari layanan gawat darurat.
Apa yang Bisa Dilakukan Sementara Sebelum ke Dokter Gigi?
Langkah sementara hanya membantu mengurangi rasa tidak nyaman, bukan menyembuhkan lubang gigi.
Sambil menunggu jadwal dokter gigi, Anda bisa:
- berkumur perlahan dengan air garam hangat;
- makan makanan lembut;
- menghindari makanan terlalu manis, panas, atau dingin;
- tidak mengunyah di sisi gigi yang sakit;
- memakai sikat gigi berbulu lembut;
- segera menghubungi dokter gigi untuk jadwal pemeriksaan.
Menurut NHS, berkumur air garam, makan makanan lembut, menghindari makanan manis atau bersuhu ekstrem, serta memakai sikat gigi lembut bisa dilakukan sambil menunggu pemeriksaan.
Hindari menusuk lubang gigi, memencet gusi bengkak, atau mencoba mencabut gigi sendiri. Cara seperti ini bisa membuat luka makin parah dan membuka jalan bagi infeksi baru.
Pertumbuhan Gigi dan Risiko Lubang
Gigi bungsu yang tumbuh miring atau hanya keluar sebagian lebih sulit dibersihkan. Letaknya di belakang mulut membuat sisa makanan mudah tersangkut.
Menurut systematic review dan meta-analysis tahun 2024, prevalensi global impaksi gigi molar ketiga mencapai 36,9% per subjek. Angka ini bukan data khusus Indonesia, tetapi menunjukkan bahwa masalah gigi bungsu cukup sering ditemukan.
Jika area sekitar gigi bungsu sulit dibersihkan, bakteri bisa menumpuk dan memicu infeksi gusi, bau mulut, nyeri, atau lubang pada gigi di sekitarnya.
Mengapa Penanganan Medis Lebih Aman daripada Tindakan Mandiri?
Saat sakit gigi membuat sulit tidur, wajar jika seseorang ingin mencari cara paling cepat agar nyerinya berhenti. Bahkan, ada yang mulai mencari cara cabut gigi sendiri karena merasa sudah tidak tahan.
Masalahnya, mencabut gigi tanpa pemeriksaan dokter justru bisa memperburuk keadaan. Risikonya meliputi pendarahan, luka pada gusi, patah akar, hingga infeksi yang menyebar.
Dokter gigi akan memeriksa seberapa dalam lubang, posisi akar, kondisi gusi, dan ada tidaknya abses. Dari pemeriksaan itu, dokter bisa menentukan cara mencabut gigi berlubang yang paling aman sesuai kondisi pasien.
Tidak semua gigi berlubang harus dicabut. Pada beberapa kasus, dokter masih bisa menyarankan penambalan, perawatan saluran akar, atau pembersihan infeksi. Pencabutan biasanya dipertimbangkan jika gigi sudah terlalu rusak untuk dipertahankan.
Kesimpulan
Sakit gigi berlubang bukan sekadar ngilu biasa. Nyeri bisa menjadi tanda bahwa lubang sudah semakin dalam, saraf mulai meradang, atau infeksi sedang berkembang.
Segera periksa ke dokter gigi jika nyeri berlangsung lebih dari 2 hari, pipi atau rahang bengkak, muncul demam, atau mulut sulit dibuka. Jika sampai sulit menelan, berbicara, atau bernapas, cari bantuan darurat.
FAQ
Apakah sakit gigi berlubang bisa sembuh sendiri?
Tidak. Gigi yang sudah berlubang tidak bisa menutup kembali dengan sendirinya. Rasa sakit mungkin hilang sementara, tetapi lubang dan infeksi tetap bisa berkembang jika tidak dirawat.
Kapan saya harus segera ke dokter gigi?
Segera ke dokter gigi jika sakit gigi berlangsung lebih dari 2 hari, nyeri tidak membaik, muncul bengkak pada gusi atau wajah, atau disertai demam.
Apakah aman minum obat pereda nyeri gigi terus-menerus?
Tidak disarankan. Obat pereda nyeri hanya membantu mengurangi keluhan sementara. Obat tidak menutup lubang gigi dan tidak mengatasi sumber infeksi.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/15/2025 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Karies Gigi. 2025. https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/1737348723678dd6738d8127.20848648.pdf
NHS. Toothache. National Health Service, 2024. https://www.nhs.uk/symptoms/toothache/
Pinto, Ana Catarina, et al. “Worldwide Prevalence and Demographic Predictors of Impacted Third Molars—Systematic Review with Meta-Analysis.” Journal of Clinical Medicine, vol. 13, no. 24, 2024. https://www.mdpi.com/2077-0383/13/24/7533





